Gadai Emas di Pegadaian Syariah

Written by  //  January 7, 2012  //  Gadai  //  No comments

Pada awalnya sebelum Bank-Bank Syariah membuka layanan gadai, Pegadaian lah yang terlebih dahulu membuka layanan gadai. Sekarang pun ada Pegadaian dengan sistem Syariah atau dikenal juga sebagai Pegadaian Syariah.

Seperti prinsip gadai pada umumnya, kita menyerahkan barang yang kita miliki untuk mendapatkan pinjaman dana. Atas pinjaman dana tersebut, kita dibebankan beberapa macam biaya hingga waktu kita bisa melunasi pinjaman tersebut.

Ketika melakukan transaksi gadai emas di Pegadaian Syariah, ada empat macam komponen perhitungan yang harus kita perhatikan. Diantaranya adalah nilai taksiran, uang pinjaman, ijaroh dan biaya administrasi.

1. Nilai Taksiran adalah perkiraan harga jual emas yang kita miliki yang ditentukan oleh pihak pegadaian secara sepihak.

2. Uang Pinjaman adalah jumlah dana yang bisa kita pinjam berdasarkan barang yang kita gadaikan (biasanya hanya sekitar 60 – 95% dari Nilai Taksiran)

3. Biaya administrasi adalah biaya yang harus kita keluarkan untuk mendapatkan transaksi gadai emas ini. Besarnya Biaya Administrasi tergantung dari Nilai Pinjaman.

4. Ijaroh merupakan Biaya Gadai yang menjadi hak pemilik dana, dalam hal ini adalah pihak Pegadaian. Besarnya Ijaroh di Pegadaian Syariah memiliki rumus sendiri yang dihitung setiap 10 hari dengan rumus sebagai berikut:

Ijaroh = (Taksiran / 10.000) x tarif x (jangka waktu/10 hari)

Jika sudah masuk hari ke 11 peminjaman berarti biaya gadai sudah bertambah dan begitu seterusnya.

Masa kontrak penitipan barang gadai adalah 4 bulan. Jikalau dalam masa 4 bulan tersebut kita masih belum memiliki dana untuk menebusnya, maka kita dapat memperpanjang kontrak dengan membayar biaya sewa selama 4 bulan tersebut. Tidak hanya itu saja, kita juga dapat mencicil pinjaman tersebut sehingga jumlah pinjaman berkurang.

Leave a Comment

comm comm comm